|
Jumat (18/5), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama menggelar rapat evaluasi kerja di kediaman Ust. Mohd. Hari, Greenwood, Batu Caves. Walau hanya dihadiri sekitar separuh dari seluruh pengurus NUCIM (NU Cabang Istimewa Malaysia), rapat tetap dilaksanakan dengan penuh keseriusan.
Agenda rapat pada malam itu adalah evaluasi kinerja pengurus dengan berkaca pada program kerja yang tela disepakati pada rapat se belumnya. Dibuka oleh wakil bendahara, M. Miqdam Makfi, rapat dilanjutkan dengan prakata Ust. Liling Sibromalisi selaku Rois Syuriah dan kemudian dipimpin oleh Ust. Ahmad sendiri selaku Ketua Tanfidziyah.
Laporan kerja pertama dari Bidang Kaderisasi dan Pendidikan dibawakan oleh Robith, Firdaus, MA. selaku wakil ketua tanfidziyah penanggung jawab bidang tersebut. Sebelum menyampaikan laporan kerjanya, Robith menjelaskan bahwa dalam pertemuan gabungan Bidang Kaderisasi dan Pendidikan serta Bidang Dakwah Pemikiran yang dibawahi oleh Mawhiburrahman, Lc., diputuskan untuk mengadakan sedikit perombakan struktural pengurus kedua bidang itu.
Secara lebih detail, Mawhiburrahman menjelaskan bahwa mengacu pada AD/ART PBNU, bentuk yang semestinya ada dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama adalah Lembaga dan Lajnah, bukan bidang-bidang yang selama ini ada di NUCIM. Untuk itu, demi meningkatkan efektivitas kerja kedua bidang itu, ditambah dengan adanya beberapa tubrukan program kerja antara keduanya, rapat gabungan beberapa minggu lalu yang dilaksanakan di UIA memutuskan untuk merubah kedua bidang itu menjadi LDNU (Lembaga Dakwah Nahdlatul ULama) dan LAKPESDAM (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia).
Masuk pada laporan kerja kedua lembaga itu, Mawhiburrahman dan Robith saling melengkapi perihal rencana pengajian 3 bulanan dengan mengundang pembicara dari PBNU dan kajian reguler internal NUCIM.
Kabar terakhir, Bapak Mustofa Aqil dari PBNU sudah siap untuk datang ke Malaysia mengisi pengajian tersebut. Berdasarkan agenda beliau, kunjungan beliau ke Malaysia ditetapkan akan dilangsungkan pada tanggal 30 Juni dan 1 Juli tahun ini.
Menyikapi laporan ini, Ust. Ahmad dan beberapa pengurus lain segera berembug saat itu juga untuk menentukan lokasi pengajian bulan depan tersebut. Dan akhirnya diputuskan, alternatif pertama adalah kampung kediaman Ust. Sairi mengingat ada banyak masyarakat Nahdliyin yang bermukim di sana. Kalau memang nantinya setelah dikonfirmasikan ke seluruh masyarakat ternyata mereka tidak sanggup untuk mengadakan pengajian pada tanggal yang ditentukan itu, maka lokasi akan dipindahkan ke kanton-kantong Nahdliyin lain di wilayah Kuala Lumpur. Kampung Payajaras, Kubu Gajah, Balakong, dan Semenyi merupakan beberapa alternatif yang disiapkan. Jika tiada satu lokasi pun yang memungkinkan untuk dijadikan tempat pengajian, maka pengajian tetap akan dilaksanakan di tempat yang ada, baik sekretariat NUCIM, atau mungkin menyewa gedung.
Di sisi lain, seperti dilaporkan Mawhiburrahman, bahwa kajian reguler telah dilaksanakan 1 kali di kampus UIA dan rencananya, esok hari, Sabtu 19 Mei ini, akan diadakan diskusi yang kedua dengan tema “Fatwa MUI: Sumber Konflik atau Kemaslahatan Publik?” dengan Robith Firdaus, MA. selaku pemateri. Sedangkan kajian perdana dua minggu lalu diisi dengan tema “Islamisasi Ilmu Pengetahuan” oleh Dr. Anis Malik Toha, salah satu dosen Indonesia di UIA.
Bidang lain yang juga menjadi sorotan pada evaluasi kerja ini adalah ekonomi. Setelah ditimbang-timbang kembali, akhirnya rencana pembuatan bisnis Digital Printing terpaksa digagalkan. Namun, ada alternatif bisnis NUCIM lain yang disepakati pada rapat ini. Pertama, bisnis tiket. Bendahara umum NUCIM, Bapak Nasihin telah menyediakan tempat di Rumah Makan Sunan Drajat, Gombak, untuk melakukan bisnis ticketing ini. Hanya kurang mencari person yang berkenan menjalankan bisnis ini. Disepakati, bahwa Ahmad Zaki Ghofur, ketua KMNU UIA, yang menjadi penanggung jawab untuk mencari orang di bisnis ini.
Kedua, penjualan mihun yang siap dimodali oleh Ust. Mohd. Hari. Rencananya bulan depan, beliau akan mendatangkan container dari Indonesia yang membawa mihun tersebut, kecap Cap Bangau, dan beberapa produk Tanah Air lainnya untuk dipasarkan di Malaysia. Seperti maklum diketahui bahwa produk-produk Indonesia cukup laris di Malaysia, terlebih untuk kasus mihun dan kecap, ada banyak restoran yang menyediakan bakso, soto, dan sebagainya. Tentu, kehadiran mihun dan kecap asli Indonesia akan dapat membuat mereka melirik. Sebagai penanggung jawab pemasaran di Malaysia adalah Pak Nasihin.
Setelah evaluasi kerja, rapat sedikit membahas rencana LPJ Panitia Pelantikan Pengurus yang pada akhirnya diputuskan untuk dilangsungkan pada hari Sabtu depan, 26 Mei 2012. Sebenarnya, acara pelantikan sendiri telah sukses dilaksanakan beberapa minggu lalu, namun LPJ belum sempat terlaksana karena ketua panitia, Ust. Muhammad, mempunyai urusan mendesak di Tanah Air yang memaksa beliau pulang meninggalkan Malaysia selama beberapa saat.
Rapat usai menjelang tengah malam dengan diakhiri iktikad bersama untuk secara ikhlas memajukan ideologi Nahdlatul Ulama secara umum dan eksistensi NUCIM secara khusus. [Mc-V] |